Produk Pindad Semakin Diakui Dunia setelah Jebol Anti Peluru Buatan AS

 

Matamatanews.com,JAKARTA--Setelah Senapan Serbu Varian 1 atau SS1 V1 buatan Pindad (Persero) milik Marinir TNI Angkatan Laut mampu menjebol rompi anti peluru Korp Marinir Amerika Serikat ( USMC), senjata Pindad semakin diperhitungkan keandalannya di kancah internasional. Rompi anti peluru Korp Merinir AS itu dijebol TNI AL saat setting senjata atau zeroing dalam rangkaian Latihan Rim of Pasifik di Kaneohe Bay Marine Corps Base, di Hawaii, Honolulu, Amerika Serikat, beberapa waktu lalu.

Pada latihan yang diikuti oleh tiga negara, Indonesia, Amerika Serikat dan Australia tersebut, Marinir Indonesia yang menggunakan senjata SS1-V1 dan SS1-M1 berkaliber 5.56 centimeter , ternyata mampu melampaui kemampuan senjata Steyr dan M4 yang digunakan marinir Amerika Serikat. Hal itu diketahui setelah senjata ditembakkan pada rompi anti peluru buatan Amerika yang memiliki ketebalan baja penahan peluru 1.75 centimeter.Dalam uji coba Steyr dan M4 hanya mampu membuat penyok baju baja,, tetapi ketika menggunakan ss1-V1 buatan Pindad ,baju terseburt dapat ditembus oleh senjata ini.

“Pelurunya bisa menembus rompi anti peluru milik marinir Amerika Serikat dan helm baja marinir. Ini membuktikan bahwa produk dalam negeri memang prima, dan dapat bersaing dengan luar negeri,” kata Silmi Karim direktur utama PT Pindad. Peluru yang digunakan ialah jenis MUS-TJ dengan amunisi 5.56x45 milimeter.Peluru ini mampu menembus baja dengan ketebalan 10 milimeter pada jarak maksimum.

Bukan hal mengherankan peluru dari SS1 V1 mampu merobek rompi tim Marinir AS. Peluru itu memang dibuat khusus untuk pertempuran amfibi. Peluru dirancang untuk menembus baja atau pun pelindung keras lainnya.

Direktur Utama PT Pindad (persero) Silmy Karim menjelaskan, pada dasarnya kekuatan senjata ditopang kekuatan peluru yang mumpuni. Artinya, keunggulan senjata tidak hanya bertumpu pada proses mekanik sistem di dalamnya, peran dari amunisi juga sangat berpengaruh.

”Senjata dan peluru memang dirancang khusus agar memiliki spesifikasi yang memiliki nilai lebih ketimbang buatan luar negeri. Kita senang karena dengan diakuinya senjata dan peluru tersebut, senjata maupun peluru buatan dalam negeri mampu bersaing. Kita pun berterima kasih karena TNI semakin percaya dengan senjata buatan dalam negeri,” kata Silmy (Andro DP/Samar/berbagai sumber)

 

 

sam

No comment

Leave a Response