Rektor Unsoed Raih Kemenangan Di Indonesian Breedeer Award 2019

 

Matamatanews.com, PURWOKERTO -Koordinator Sistem Informasi Unsoed Ir.Alief Einstein,M.Hum mengungkapkan Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto kembali mendapatkan peneguhan publik terhadap karya varietas unggul yang dihasilkan. Kali ini Rektor Unsoed Prof.Dr Ir. Suwarto, MS. memenangkan Indonesian Breedeer Award 2019.

Einstein menambahkan saat bersamaan Prof.Dr.Suwarto tengah bertugas di Hiroshima Jepang, untuk itu penyerahan Indonesian Breedeer Award 2019 diwakili oleh Sekretaris PERIPI Komda Banyumas Dyah Susanti, SP.MP.

Saat perbincangannya dengan Einstein, Dyah yang juga Dosen Fakultas Pertanian Unsoed memaparkan kali ini Institut Pertanian Bogor (IPB) sebagai penyelenggara seleksi Indonesian Breeder Award tahun 2019 memilih Prof. Dr.Ir Suwarto,MS. sebagai Pemulia Terbaik Bidang Tanaman Pangan berdasarkan penilaian dewan juri.

Seperti diketahui IPB menggelar Seminar Nasional dan Indonesian Breeder Award tahun 2019 di IPB International Convention Center pada Kamis (10/10/19). Kegiatan utama meliputi Seminar nasional dan diskusi paralel oleh para pemakalah dan penghargaan terhadap para pemangku kepentingan yang telah mendedikasikan dalam hal penyediaan benih berkualitas tinggi. 

Prof.Dr.Suwarto yang saat ini menjabat sebagai Rektor Unsoed terpilih sebagai Pemulia Terbaik Bidang Tanaman Pangan atas dedikasinya dalam menghasilkan dan mengembangkan varietas unggul bagi pertanian Indonesia. 

Deretan varietas unggul karya Prof.Dr.Suwarto yang mengukuhkan dedikasinya meliputi pertama, varietas yang telah dilepas sebagai Varietas Unggul Nasional dan kedua, varietas yang mendapatkan Hak Perlindungan Varietas Tanaman (PVT).

Varietas Unggul Nasional 

Adapun varietas unggul nasional tersebut adalah :

a..Kedelai varietas Slamet dan varietas Sindoro yang dirakit Prof.Dr Ir. Suwarto, MS. bersama Prof. Dr. Ir Sunarto,MS. dan Dr.Ir. Noor Farid,MSi.,

b. Padi varietas Inpago Unsoed 1 yang dihasilkan Prof.Dr Ir. Suwarto, MS. bersama Prof. Ir. Totok Agung DH.MP,Ph.D.,

c. Varietas Inpago Unsoed Parimas, hasil Prof.Dr Ir. Suwarto, MS. bersama Ir.Hartati dan Agus Riyanto, M.Si.

Varietas Yang Mendapatkan Hak Perlindungan Varietas Tanaman (PVT) 

Galur hasil pemuliaan tanaman yang telah mendapatkan Hak PVT adalah :

a. Inpago JSPGA 136,

b. Inpago JSPGA 9,

c. Inpago Unsoed 1 yang dihasilkan Prof. Ir. Totok Agung Dwi Haryanto, M,P., Ph.D.,

d. Unsoed Fe-27, atas nama Prof. Dr.Ir Suwarto,MS. 

Aspek penilaian yang menjadi kekuatan rekam jejak Prof.Dr.Suwarto dalam penilaian juri Indonesian Breeder Award 2019 selain jumlah varietas yang dihasilkan adalah keunikan dan pemanfaatannya di masyarakat.

"Selaras dengan visi misi Fakultas Pertanian Unsoed, Guru Besar Fakultas Pertanian bersama tim pemulia fokus merakit dan menghasilkan varietas-varietas unggul yang sesuai untuk lahan marginal dan memiliki keunggulan sebagai pangan fungsional, di antaranya toleran tanah masam, toleran terhadap kekeringan, toleran cekaman Al, dan memiliki kandungan Fe tinggi.  Hilirisasi dan luasnya pemanfaatan varietas yang dihasilkan bagi masyarakat juga menjadi aspek penting dalam penilaian dewan juri, " ungkap Dyah.

Inpago Unsoed 1

Salah satu varietas unggul rakitan Prof.Dr.Suwarto bersama Prof. Totok Agung,PhD. yakni Inpago Unsoed 1 yang terkenal sebagai padi gogo aromatik yang tahan terhadap kekeringan dan berdaya hasil tinggi baik di lahan kering maupun di lahan sawah serta telah ditanam petani di 30 (tiga puluhan) provinsi di Indonesia.

Padi gogo aromatik Inpago Unsoed 1 yang dilepas pada tahun 2011 memiliki daya hasil tinggi di lahan kering dan sangat tinggi di lahan sawah, juga memiliki kualitas hasil yang tinggi (pulen dan wangi), sehingga harga jual berasnya tinggi. Padi ini juga responsif terhadap pertanian sistem organik. Pengembangan produksi di daerah-daerah berlahan kering luas dan pengembangan agroindustri beras di berbagai lokasi pengembangan, mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui dua jalur, yaitu peningkatan produktivitas lahan (IP 100 menjadi IP 200 atau 300 untuk lahan-lahan kering dan sawah tadah hujan), dan peningkatan pendapatan petani (oleh produksi tinggi dan harga jual tinggi). 

Pengembangan agroindustri beras dan produksi benih yang melibatkan kelompok masyarakat tani dan perusahaan mampu menggerakkan ekonomi di berbagai daerah, beberapa di antaranya di Provinsi Gorontalo, Jawa Barat (Sukabumi), Jawa Tengah (Sragen) dan lain-lain yang memberikan sumbangsih nyata bagi ketahanan pangan nasional serta pertumbuhan ekonomi nasional.

Inpago Unsoed Parimas 

Inpago Unsoed Parimas yang berdaya hasil tinggi di lahan  kering (9,4 t/ha) memberikan kontribusi bagi penyediaan benih padi gogo produksi tinggi di lahan kering dan penyediaan beras fungsional bagi masyarakat karena kandungan Fe-nya yang tinggi. Meningkatnya produksi padi di lahan kering mampu memberikan sumbangsih bagi pertumbuhan ekonomi nasional.

Luasnya jangkauan tersebut hanya bisa tercapai karena banyak pihak yang mendukung, baik alumni, pemerintah daerah maupun industri. Sejatinya tugas pemulia dan peneliti selesai setelah varietas dilepas, mendiseminasikan selanjutnya menjadi ranah publik pengembangannya baik oleh pemerintah pusat, pemerintah daerah maupun industri agar kemanfaatannya sampai kepada sasaran utama pembangunan pertanian, yaitu kesejahteraan petani.

Kedelai Slamet 

Kedelai Slamet yang merupakan varietas unggul pertama yang dihasilkan perguruan tinggi pada tahun 1995 juga banyak dikembangkan pada sepuluh tahun pelepasannya sebagai varietas unggul nasional, termasuk oleh alumni yang mengembangkannya pada skala industri dan menyebarluaskannya di masyarakat.

Berbagai penghargaan yang diraih Prof.Dr.Ir.Suwarto,MS. diantaranya 

1. Indonesian Breedeer Award 2019 Bidang Tanaman Pangan :

Penghargaan Pemulia Terbaik Bidang Tanaman Pangan. 

Menurut Prof.Dr.Muh.Syukur, Ketua Umum PERIPI Pusat penilaiannya mempertimbangkan dedikasi Suwarto sebagai dosen dan tugas tambahan sebagai rektor ternyata tidak menyurutkan kiprahnya dalam menghasilkan berbagai varietas unggul baru khususnya padi. 

Terpisah, Prof.Dr. Ir Suwarto, MS menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Institut Pertanian Bogor (IPB), PERIPI, dan PT. East West Seed Indonesia yang telah menyelenggarakan apresiasi bagi pemulia, profesi yang semakin langka.

2. Penghargaan 104 Inovasi Prospektif Indonesia, tahun 2012,

3. Penghargaan Menteri Pertanian tentang Inovasi Pangan dan Pertanian Tingkat Nasional, tahun 2014,

4. MPPI Award dari Masyarakat Perbenihan Indonesia, tahun 2016.

Dengan berbagai penghargaan yang diterima Prof.Dr.Suwarto tersebut dia berharap apresiasi terhadap pemulia dapat memacu semangat para pemulia dan generasi muda untuk terus berkarya menghasilkan varietas-varietas unggul yang mendukung kesejahteraan petani dan kedaulatan pangan Indonesia.*(hen/berbagai sumber)

 

redaksi

No comment

Leave a Response