Setahun Longsor di Wisata Air Terjun Sedudo Berbenah Diri

 

 

Matamatanews.com ,NGANJUK—Setahun pasca terjadi longsor di obyek wisata Air terjun sedudo yang mengakibatkan tujuh orang luka ringan, dua luka berat dan tiga oang meninggal.  Kini terlihat obyek wisata tersebut mulai berbenah diri dan untuk pengamanan dari bahaya longsor dilokasi obyek wisata  dipagari dengan kawat berduri.

Lokasi wisata in i terletak di desa Ngliman,Kecamatan Sawahan,Kabupaten Nganjuk ,Jawa Timur, ada pun mayoritas penduduknya merupakan petani dan pedagang. Sementara masyarakat yang berdomisili di sekitar air terjun Sedudo adalah petani cengkeh dan bunga mawar. Tidak mengheran bila sepnjang jalan menuju lokasi obyek wisata ini, kana-kirinya banyak ditemui orang yang menjemur cengkeh. Selain beriklim sejuk, alamnya pun meneduhkan mata.

Untuk mencapai lokasi air terjun Sedudo tidak sesulit dibayangkan banyak orang, karena di setiap jalan yang kita lalui dan melewati beberapa desa mau pun persawahan yang subur serta alas yang rindang membuat mata pelancong semakin di manjakan. Terlabih yang memiliki hobi selfie atau fofography. Bagi pelancong yang datang dari arah Barat ,seperti Sragen,Solo, Yogyakarta akan lebih mudah lewat persimpangan sebelum kota Nganjuk ke arah Selatan ,kanan melewati desa Wilangan. Sedangan dari arah Timur,Kertosono,Jombang,Kediri, dan Surabaya akan lebih mudah dicapai bila lewat desa Berbek.

Mayoritas obyek wisata ini lebih banyak dikunjung wisatawan lokal,seperti Nganjuk,Kertosono dan Kediri. Dan nama Mandi Sedudo ini,menurut cerita masyarakat sekitar,merupakan wujud dari ngalap berkah  sehingga ada pameo barang siapa yang mandi di air terjun ini akan mendapat keberkahan dan terkabul harapannya. Pada Sabtu dan Mingu, terutama liburan sekolah dan satu Suro obyek wisata ini padat dikunjungi berbagai wisatawan ,baik lokal maupun mancanegara. Ada pun  khusus tanggal satu Suro ,merupakan hari paling ditunggu masyarakat  karena dianggap memiliki mitos spiritual,yaitu akan membuat awet muda dan menarik bagi yang  melakoni mandi atau berendam di air Sedudo tersebut.

Meski Sedudo memiliki memiliki daya pikat dan pesona bagi wisatan, namun sangat disayangkan obyek wisata ini masih terdapat praktik pungli alias pungutan liar, dimana setiap pengunjung dikenakan dua kali tiket masuk. Satu kali masuk gerbang pertama dikenakan Rp 5.000, pintu kedua Rp 5000,sementara sarana dan prasarana masih minim, di antaranaya sarana bermain untuk anak.

“Sayang obyek ini tidak ada petugas yang menertibkan pungli padahal kalau bisa di kelola dengan baik akan menjadi obyek wisata unggulan di Nganjuk” Pungkas Tursino pengunjung asal Jogyakarta yang datang memboyong istri dan anak-anaknya ke Nganjuk,mengakhiri perbincangan. (Parlin .S/Nizam)

 

 

sam

No comment

Leave a Response