Setelah Gereja,Kini Masjid Diguncang Granat di Filipina Selatan

 

Matamatanews.com, MANILASERANGAN granat menyasar sebuah masjid di wilayah selatan Filipina. Peristiwa yang berselang beberapa hari dari pengeboman gereja katedral tersebut mengakibatkan dua orang tewas.Ledakan mengguncang bangunan masjid sebelum fajar menyingsing. Sebagai informasi, Pulau Mindanao yang dipenuhi aksi pemberontakan merupakan rumah bagi minoritas muslim Filipina.

Sajadah dan kaca yang berceceran darah berserakan di lantai masjid ketika petugas keamanan bersenjata lengkap memeriksa lokasi kejadian.Peristiwa ledakan tersebut terjadi saat negara yang berpenduduk ma-yoritas Katolik itu dalam status siaga tinggi setelah pengeboman gereja katedral.

Seperti diketahui, kelompok militan Negara Islam (IS) mengklaim bertanggung jawab atas serangan yang menewaskan 21 orang ketika berlangsung perayaan misa.

Saat menjelaskan serangan granat tersebut, juru bicara militer regional, Letnan Kolonel Gerry Besana, mengatakan jumlah korban tewas akibat ledakan di masjid Kota Zamboanga sebanyak dua orang dan empat lainnya mengalami luka-luka.

"Masih sulit untuk berspekulasi apakah ledakan ini merupakan pembalasan (untuk serangan katedral). Ada banyak penjelasan kemungkin-an," ujar Besana kepada AFP.

Sementara itu, pihak berwenang hingga kini masih memburu para penyerang gereja katedral. Awalnya, serangan tersebut disebut pasukan keamanan bukan serangan bunuh diri. Namun, Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengatakan salah satu pengebom telah meledakkan diri di luar katedral.

Penyelidikan mengarah pada sebuah kelompok pemberontak yang terkait dengan Abu Sayyaf dan telah berjanji setia kepada IS.Di sisi lain, akibat serangkaian serangan pemberontak, publik melalui pemungutan suara sepakat untuk memberi kontrol lebih terhadap warga muslim di wilayah selatan.

Langkah tersebut memicu harapan untuk memadamkan kekerasan separatis yang telah berlangsung sejak lama. Di daerah yang disebut Bangsamoro itu saat ini diperlukan investasi untuk melepaskan daerah tersebut dari jerat kemiskinan.*(s/mi/afp)

 

sam

No comment

Leave a Response