Sistem Pertanian Berbasis Pemberdayaan Di Prawita Garden

 

Matamatanews.com, AJIBARANG -Pemilik Kebun Buah dan Peternakan Lebah "Prawita Garden" Darmakradenan Ajibarang Teguh Waluyo mengungkapkan ditengah pandemi covid 19 ini, sebisa mungkin kita bisa memanfaatkan waktu sebaik-baiknya melakukan hal yang positif dengan berbagi informasi yang bermanfaat.

Menurutnya, salah satu bukti nyata adalah saat ini Prawita Garden menghasilkan produk yang jujur dan berkualitas dengan Sistem Pertanian Berbasis Pemberdayaan. Sistem inilah yang mengantarkan Prawita meraih 3 prestasi dalam beberapa bidang, antara lain :

1. Bidang kreasi dan inovasi, 

2. Koperasi dan,

3. Kewirausahaan pertanian.

Produk perlebahan yang dihasilkan Prawita bukan hanya hasil produksi peternakan Prawita Garden secara individu tetapi juga berasal dari peternak binaan dan kemitraan sebagai penggerak, edukator, pengawas dan pemasar produknya. Diawali dengan pelatihan berbayar bagi umum dan pelatihan gratis bagi petani binaan dan kelompok tani.

Teguh mencontohkan salah satu binaannya mempunyai sumber daya alam yang melimpah sebagai pendukung pakan lebah serta kerja kerasnya menjadikan contoh sebagai petani di kabupaten Banyumas. Jenis yang dibudidayakan adalah asli Jawa, antara lain :

1. Tetragonula Laevicep

2. Tetragonula Drescheri

3. Heterotrigona Itama

4. Lepidotrigona Terminata

5. Lepidotrigona Javanica

6. Apis Cerana

Teguh menuturkan proses pembinaan dan kemitraan berawal dari nol. Selama kurun waktu 3 tahun proses pemberdayaan potensi lokal dan sumber daya manusia telah menghasilkan produksi kurang lebih 100kg madu klanceng/bulan dan propolis sekitar 50kg/bulan (bisa dimaksimalkan hingga 100kg).

"Akan terus ditingkatkan untuk memenuhi kebutuhan konsumen dan pasar, serta kedepanya direncanakan untuk produksi bee bread klanceng (bee pollen), " ungkapnya.

"Karena sumber yang jelas menjamin kualitas, bukan asal-asalan tanpa tahu asal-usulnya. Setelah melalui proses selama 5 tahun, Alhamdulillah bisa menghasilkan produksi yang besar dan menjadi kepuasan tersendiri. Banggalah menjadi petani, " kata Teguh.

Tambahnya lagi, masih ada 31 titik/ lokasi binaan dan kemitraan Prawita, walaupun hasil produksinya masih kecil.

"Insyaa Alloh Prawita bersama tim dan peternak binaan menjadi salah satu produsen produk perlebahan yang bisa dipercaya dan bisa dipertanggungjawabkan, khususnya di Banyumas. Salam petani muda, " pungkasnya. (Teguh Waluyo,hen)

 

redaksi

No comment

Leave a Response