Snowden Sang Pembocor Data Intelijen AS (Bagian Pertama))

 

Matamatanews.com,JAKARTA—Nama Edward Snowden menjadi perbincangan hangat dan di kenal di Indonesia,setelah ia berani membocorkan penyadapan Australia terhadap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Informasi itu ia dapat dari dokumen rahasia National Security Agency (NSA) yaitu Badan Keamanan Amerika yang  bertugas menganalisa  komunikasi berbagai negara di dunia.

Dengan mengorbankan karier dan membahayakan kebebasan dirinya, snowden memberikan bukti vital mengenai  perbuatan badan intelijen Amerika dan sekutunya. Berbagai dokumen yang diambilnya, kini dipublikasikan di sejumlah media di seluruh dunia, hal itu menunjukkan  bahwa NSA dan para sekutunya  menembus atau melemahkan keamanan perusahaan komunikasi internasional.

Dan bukti-bukti itu menunjukkan bahwa Amerika Serikat memata-matai negara-negara lain, termasuk para sekutunya sendiri.Dan peristiwa ini kemungkinan menjadi bagian dari suatu operasi peperangan intelijensi dan informasi Amerika dan Rusia. Selama ini Snowden yang memiliki nama lengkap Edward Joseph Snowden adalah seorang spesialis komputer berkebangsaan Amerika, mantan karyawan  Badan Intelijen Pusat Amerika ,CIA (Central Intelligence Agency dan mantan kontraktor Badan Keamanan Nasional (National Security Agency-NSA).

Snowden sang Kontroversial

Pemilik nama lengkap Edward Joseph Snowden ini, merupakan spesialis komputer berkebangsaan Amerika, mantan karyawan Badan Intelijeni Pusat (Central Inteligence Agency-CIA)  dan mantan kontraktor Badan Keamanan Nasional (National Security Agency-NSA) Amerika Serikat. Ia menjadi perhatian internasional ketika membeberkan beribu-ribu dokumen rahasia kepada bebepa saluran media. Dokumen-dokumen yang dibocorkan tersebut membeberkan rincian operasional dari berbagai program pengawasan global yang dijalankan oleh NSA dan pemerintah-pemerintah negara “Lima Mata” (Five Eyes) lainnya, yaitu Inggeris Raya,Australia,Kanada, dan Selandia Baru, dengan kerja sama sejumlah perusahaan dan pemerintah di Eropa.

Dilepaskannya materi rahasia ini disebut sebagai kebocoran paling signifikan dalam sejarah Amerika Serikat oleh pembocor Surat-Surat Kabar Pentagon (Pentagon Papers),Daniel Ellsberg. Serangkaian pembeberan yang dimulai pada 5 Juni 2013  membeberkan program-program pengawasan internet seperti PRISM,MUSCLAR,Xkeyscore dan tempora, serta pengumpulan metadata telepon Amerika Serikat dan Eropa. Laporan-laporan tersebut disiarkan pada dokumen-dokumen yang dibocorkan oleh Snowden kepada The Guardian dan The Washington Post ketika masih bekerja untuk kontraktor NSA Booz Allen Hamilton.

Seorang yang telah menimbulkan banyak kontroversi,Snowden telah disebut-sebut sebagai pahlawan,pelapor internal,pemberontak,pengkhianat, maupun patriot. “Motif satu-satunya” Snowden untuk membocorkan dokumen-dokumen tersebut ialah, dalam kata-katanya sendiri,”Untuk menginformasikan kepada masyarakat mengenai apa yang telah dilakukan atas nama mereka dan yang telah dilakukan terhadap mereka”. Pembeberan tersebut telah menyulut banyak debat mengenai pengawasan massal,kerahasian pemerintah, dan keseimbangan antara keamanan nasional dan privasi informasi. Dua keputusan pengadilan sejak terjadinya kebocoran awal memiliki pandangan yang berbeda mengenai keabsahan pengumpulan meta-data telepon secara besar-besarn oleh NSA.

Snowden dianggap buron oleh pihak berwenang Amerika, yang pada Juni 2013 lalu menuduhnya dengan tindakan spionase dan pencurian barang milik pemerintah. Pada awal 2014 lalu, beberapa saluran media dan politisi memohon keringan dalam bentuk keringan,amnesti atau pengampunan,sedang pihak-pihak lain menyerukan agar snowden dipenjarakan atau dihukum mati. Snowden kini tinggal di  sebuah lokasi yang tidak disebarluaskan di Rusia, dan kini tengah meminta suaka Uni Eropa. Snowden kini  menjabat sebagai Rektor Universitas Glasgow, jabatan yang berlaku selama tiga tahun, dan menjadi anggota direksi Yayasan Freedom of th Press. Pada Maret 2014 silam, Snowden muncul sebagai pembicara tamu dihadapan dua konferensi terkemuka,yaitu South by southwest dan TED, di mana ia ikut serta dengan cara telekonferensi. (samar/Snowden Operation/bersambung)

 

sam

No comment

Leave a Response