Sssttt...Cukur Rambut ala Mekkah ada di Purwokerto

 

Matamatanews.com, JAKARTA—Bagi yang pernah menunaikan ibadah haji maupun umroh, rasanya sudah  mafhum bahwa didalam salah satu pusat perbelanjaan plus hotel mewah di Mekkah ada sekelompok tukang cukur  asal Pakistan yang melakukan pemangkasan dengan hitungan menit. Meski mereka menggunakan bahasa Indonesia yang  terbata, namun secara umum bisa dimengerti.

“ Mau botak, setengah atau cukur sedikit saja,”, pertanyaan seperti itu biasa terdengar dari para pencukur di Mekkah sebagai kepastian waktu mereka untuk memangkas kliennya, yang terus berdatangan seakan tiada habisnya. Waktu pangkas para pencukur per orangnya, berkisar lima sampai sepuluh menit. “ Karena kami sudah terbiasa mengerjakannya sehingga tidak butuh lama mencukur setiap orang, lima sampai sepuluh menit saja sudah cukup,” jelas Iqbal yang mengaku asal Pakistan saat menggunduli Sam dari Matamatanews.com ketika umroh.

Per kepala biasanya dihargai sekitar 10 sampai 15 real  Arab Saudi atau setara dengan Rp 37.000 –Rp 57.000, dengan durasi 5 hingga 10 menit setiap orang.” Tapi semuanya bisa ditawar dan dikerjakan sesuai kesepakatan, dan hasilnya kami tidak pernah dikomplain oleh klien. Mereka puas dengan kerja dan cara pangkas kami meski terbilang cepat,” tambah Iqbal.

Pangkas rambut cepat rupanya bukan ada di Mekkah saja, di Purwokerto pun ada, tepatnya di “Paras Rambut Metro” milik Pramono, generasi ke dua dari Sinung Harjo. Menurut cerita Pramono, Sinung Harjo adalah orang pertama yang membuka praktik jasa potong rambut pertama di Kebon dalem yang kini menjadi Metro dan merupakan terminal lama pertama Purwokerto pada tahun 1971.

Seiring dengan waktu, Paras Rambut berpindah lokasi ke tempat yang lebih strategis, berdekatan dengan domisili atau tempat tinggal. Di tempat baru inilah, cerita Pramono mulai adanya peningkatan pesat hingga 80 persen, karena adanya perubahan angkutan kota.

“Akhirnya kami mengubah fasilitas yang ada dan memiliki ruang kerja serta asisten, dan itu terjadi pada tahun 1998. Ruangan yang awalnya satu, berubah menjadi empat, begitupun dengan asisten pangkas rambutnya menjadi empat orang. Alhamdulillah tahun 2003 akhirnya kami memiliki asisten pangkas rambut mencapai 25 orang,” papar Pramono, pelan, yang ditemui di Urip dari Matamatanews.com, pekan lalu diruang kerjanya.

“Dan kini yang datang ke tempat kami dari berbagai macam lapisan masyarakat, ada yang pejabat Pemda, pegawai negeri, pengusaha, TNI, Polri, mahasiswa, sampai orang biasa. Dan semuanya kami layani dengan profesional sesuai permintaan dan keinginannya mereka mau dipangkas seperti apa,” tambah Pramono sang pemilik Paras Satriya Group ini sambil tersenyum. Penasaran dan ingin mencoba pangkas rambut ala Mekkah “Paras Rambut Metro” milik Pramono? Datang saja ke Purwokerto, cukup dengan Rp 10.000 rambut Anda yang panjang, kusut, atau gimbal tak terurus akan kembali rapi, tanpa perlu jauh-jauh ke Mekkah kecualu  Haji atau umroh. (urip/cam)

 

 

sam

No comment

Leave a Response