Sudah Saatnya Universitas Trisakti Berdaulat Menjadi Perguruan Tinggi Negeri

 

Matamatanews.com, JAKARTA—Didorong oleh cita-cita luhur untuk terus berkontribusi dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dan dalam rangka menyelamatkan aset negara maka sudah saatnya sivitas akademika Universitas Trisakti untuk mereposisi dan mentransformasi Universitas tersebut menjadi Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang otonom dan berdaulat seperti perguruan tinggi negeri terkenal lainnya.

Kutipan tersebut dirangkum dalam mukadimah “Reposisi danTransformasi” Universitas Trisakti Menjadi Perguruan Tinggi Negeri  upaya pelurusan sejarah yang didapat Matamatanews.com, pekan lalu.Disebutkan, bahwa Universitas Trisakti sejatinya menjadi perguruan tinggi negeri yang otonom , karena Universitas Trisakti didirikan oleh pemerintah dan sejak kelahirannya dikelola secara otonom oleh manajemen Universitas , yaitu Senat Universitas, Rektorat dan Pimpinan Universitas Trisakti lainnya, tanpa membebani keuangan dan anggaran negara.

Aset awal berupa puing-puing Universitas Respublica yang telah dinasionalisasi oleh Pemerintah, kini sudah berkembang menjadi salah satu universitas terkemuka di Indonesia dengan infra dan suprastruktur yang sangat memadai untuk menjadi berstatus Perguruan Tinggi Negeri (PTN).

“Artinya dari latar belakang sejarah universitas Trisakti tersebut sudah saatnya universitas Trisakti menjadi perguruan tinggi negeri. Selain untuk menyelamatkan aset negara, juga untuk berkontribusi mencerdaskan kehidupan bangsa melalui pendidikan, sehingga tidak ada alasan bagi pemerintah terutama kementerian pendidikan untuk menunda-nunda atau menggantung  perubahan status universitas Trisakti dari swasta menjadi negeri,” kata Imbang Jaya, pengamat dunia Islam dan pegiat bisnis untuk Timur Tengah dan Eropa dari Telsra kepada Matamatanews.com diruang kerjanya di bilangan Sawangan Bogor, Depok, Jawa Barat, Rabu (10/10/2018) kemarin.

Menurut pria yang akrab disapa Imbang,Universitas  Trisakti (Usakti)  adalah salah satu perguruan tinggi yang setiap  tahunnya banyak dilirik calon mahasiswa baru, baik dari Jakarta maupun luar kota. Selain memiliki pengajar yang profesional, alumni universitas Trisakti banyak yang menduduki posisi strategis, baik di pemerintahan, swasta maupun profesional.Untuk itu, Imbang berharap pemerintah segera mengambil tindakan tegas dengan cara menjadikan Universitas Trisakti berubah status dari perguruan tinggi swasta menjadi perguruan tinggi negeri (PTN).

“Menurut saya aset yang dimiliki universitas Trisakti itu bukan sekedar aset yang tidak bergerak saja,seperti gedung maupun lahan , tetapi  juga  para pengajar seperti dosen, mahasiswa, profesor, doktor maupun karyawan yang dimiliki  Usakti juga merupakan aset yang tidak ternilai. Kalau aset kebendaan itu bisa dihitung, tapi yang lebih mahal itu adalah kepercayaan rakyat atas kualitas Trisakti membangun pendidikan bangsa itu yang paling mahal dan tidak ternilai. Artinya tidak ada alasan lagi bagi pemerintah untuk segera menjadikan Trisakti sebagai perguruan tinggi negeri sebagai jalan keluar rasional dan realistis dari gejolak konflik yang selalu melanda kampus tersebut,”jelas Imbang, serius.

Sejarah Pendirian Usakti

Dari penelusuran  yang dilakukan media ini keberbagai sumber terkait   menyebutkan, bahwa  secara historis dan yuridis Universitas Trisakti didirikan oleh Pemerintah Republik Indonesia pada 15 November 1965 melalui Keputusan Menteri Perguruan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan “Universitas Res Publica” menjadi “Universitas Trisakti”  dan Pembentukan Pre4sedium sementara untuk Universitas tersebut.

Saat itu universitas Res-Publica (Unreca) ditutup pemerintah karena universitas tersebut dibawah naungan Jajasan Pendidikan dan Kebudayaan Baperki yang berafiliasi ke Partai Komunis Indonesia (PKI) yang telah dilarang pemerintah. Unreca ditutup pada tanggal 11 Oktober 1965 melalui SK Menteri PTIP No. 01/dar, tahun 1965 oleh pemerintah karena Unreca terlibat dalam Gerakan 30  September Partai Komunis Indonesia (PKI).

Selanjutnya pada tanggal 29 November 1965 Menteri PTIP menerbitkan SK No.014/ dar, tahun 1965 yang berkaitan dengan pembukaan universitas trisakti dengan memanfaatkan lokasi bekas Universitas Res-Publica setelah melalui proses skrining mahasiswa dan dosen serta karyawan. Dengan demikian Universitas Trisakti bukan kelanjutan Universitas res-Publica. Berdasarkan atas dua SK tersebut, maka tidak bisa disangkal lagi bahwa  Universitas Trisakti didirikan oleh Pemerintah dan sejak awal merupakan aset milik Negara.

“Dengan demikian jelas sudah bahwa Trisakti sejak awal didirikan oleh pemerintah sudah merupakan aset milik negara sehingga jangan coba-coba untuk mengapus atau melupakannya, apalagi hanya untuk kelompok, maupun individu.Dan konstitusi tetap menyatakan bahwa negera bertanggungjawab atas pendidikan, karena Trisakti bagian integral pendidikan yang tidak bisa dipisahkan, untuk itu sekali lagi pemerintah harus bertindak cepat jangan berlarut-larut untuk menjadi Traksi menjadi perguruan tinggi sehingga tidak mengganggu proses tri dharma perguruan tinggi itu sendiri,” imbuh Imbang, mengakhiri.

Akankah Universitas Trisakti berganti dari swasta menjadi negeri seperti yang diharapkan selama ini, atau sebaliknya pemerintah lebih menyukai membiarkan  harapan tersebut terus membumbung laksana awan meski desakan itu  terus membuncah dari sivitas Trisakti, dosen, karyawan , dewan wali amanah maupun sederet pendukung lainya? Entah, hanya Tuhan dan mereka yang tahu. (samar)

 

 

 

 

 

 

 

sam

No comment

Leave a Response