Sudah Selayaknya Sel Mewah di Sukamiskin Dibongkar

Matamatanews.com, JAKARTA—Setelah menjadi perdebatan publik cukup panjang, akhirnya Kementerian Hukum dan Ham (Kemenkumham), hari ini rencananya akan menjadwalkan pembongkaran fasilitas mewah di Lembaga  Pemasyarakatan (Lapas) Sukamiskin yang selama ini dihuni para narapidana tindak pidana korupsi. Pembongkaran tersebut dilakukan untuk menindaklanjuti operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Sabtu (21/7/2018) lalu.

Kini sejumlah sel tahanan di Lapas Sukamiskin di segel KPK, Menkumham Yasonna Laoly melalui Sri Puguh Budi Utami Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kemenkumham mengatakan bahwa Menkumham telah memerintahkan jajarannya untuk membenahi fasilitas  lapas dan rumah tahanan (Rutan) agar sesuai standar.

Seperti diungkap Sri Puguh Budi Utami, Menkumham akan memanggil para kepala lapas dan rutan guna membahas revitalisasi fasilitas lapas.Pertemuan itu rencananya akan digelar pada Kamis (26/7/2018) mendatang. Dan Senin ini akan dilakukan pembersihan seluruh fasilitas di lapas dan rutan, termasuk di Lapas Sukamiskin.

Dari pengakuan sejumlah sumber yang ditemui Matamatanews.com menyebutkan, bahwa fasilitas mewah di Lapas Sukamiskin sebenarnya bukan hal baru. Di dalam Lapas menurut cerita sumber ini, sesama tahanan korupsi bisa saling bercengkrama dan berbagi kisah, dari yang enak sampai yang bikin pusing.

“Bahkan para tahanan korupsi  kemungkinan saling bermufakat untuk membantu satu dengan lainnya semisal urusan remisi atau bagaimana cara membuat  sel yang layak versi mereka. Itu bisa saja terjadi, tapi penertiban ini juga jangan sekedar gertak sambel saja tapi gregetnya harus ada bagi masyarakat,” kata Imbang Jaya, pengamat dunia Islam dan pegiata bisnis urusan Timur Tengah dan Eropa kepada Matamatanews.com, di kawasan Sawangan, Depok, Jawa Barat, Senin (23/7/2018).

Menurut pria yang akrab disapa Imbang ini, kebijakan  untuk mengembalikan sel Lapas Sukamiskin sesuai standar pada prinsipnya bagus dan perlu didukung banyak pihak, selain itu gebrakan revitalisasi tersebut harus mampu memberikan perlakuan yang sesuai dengan status narapidana korupsi itu sendiri.

“Dengan adanya revitalisasi kebijakan mengembalikan Lapas Sukamiskin sesuai standar artinya narapidana atau warga binaan kasus korupsi tidak lagi dapat merasakan perlakuan eksklusif atau istimewa semasa mereka menjalani pidananya. Dan semua warga binaan kasus korupsi harus diperlakuan sesuai statusnya sebagai  tahanan tanpa perlakuan istimewa, baik dia mantan jenderal, menteri,anggota legislatif, pengusaha maupun mafia sekalipun. Semuanya sama,mereka sedang menjalani masa pidananya dan berstatus sebagai tahanan bukan pejabat atau penguasa,” tegas Imbang.

Menyikapi OTT yang dilakukan KPK pada Sabtu (21/7/2018) lalu, Imbang mengapresiasi langkah yang dilakukan lembaga anti rasuah tersebut, karena selama ini bisik-bisik yang berkembang diluar sering menyebutkan bahwa para tahanan kasus korupsi di Lapas Sukamiskin mudah ditemui dan bisa  bertransaksi.

“Dengan adanya OTT oleh KPK yang menemukan uang dalam sel dari dua narapidana kasus korupsi yang diduga  dipersiapkan untuk menyuap, semakin membuktikan bahwa  tahanan kasus korupsi bisa melakukan apapun yang mereka inginkan,seperti kesehariannya ketika masih menjabat,”jelas Imbang.*(sam)

sam

No comment

Leave a Response