Suka Duka Mengejar Ilmu di Wina, Austria

 

Matamatanews.com,  PURWOKERTO—Austria merupakan salah satu negara di Eropa yang pada musim winter tahun ini (2019) mengalami cuaca“ekstrim” dengan suhu udara dapat mencapai suhu hingga dibawah nol bahkan hingga minus delapan derajat celsius (-8◦C). Beberapa wilayah di Austria bahkan akhir pekan ini dihantam oleh badai salju yang cukup parah dan terberat selama 20 tahun terakhir hingga menewaskan beberapa orang, karena tebalnya salju yang turun dapat menumbangkan pohon serta mengganggu sistem transportasi wilayah setempat. Otoritas di Austria juga telah mengeluarkan peringatan akan bahaya badai salju dan telah menerjunkan petugasnya untuk menanggulangi dampak yang ditimbulkan.

Meskipun suhu udara yang cukup dingin dan kerap mencapai di bawah nol derajat celcius serta hujan salju yang sering turun pada beberapa pekan di bulan Januari tahun ini,  tidak menyurutkan semangat Hendri Wasito, S. Farm., M.Sc. Apt. untuk beraktifitas berangkat ke kampus untuk kegiatan akademik dan riset yang digelutinya demi meraih gelar Doktor pada Bidang Ilmu Kimia Analitik.

Hendri Wasito merupakan salah satu Dosen di Jurusan Farmasi, Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan (Fikes), Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED), Purwokerto Jawa Tengah yang saat ini sedang memulai studi lanjut S3 di Universitat Fur Bodenkultur Wien (University of Natural Resources and Life Sciences, Vienna)Austria. Beliau berangkat Studi Lanjut ke Wina dengan Beasiswa Indonesia-Austria Scholarship Program yang pada tahun ini hanya sebayak tiga orang yang berhasil mendapatkan beasiswa tersebut. Kedua rekannya yang lainnya berasal dari UGM dan Universitas Brawijaya.

Topik riset yang akan dilakukan oleh Hendri adalah terkait studi metabolomics dengan instrument analisis berupa liquid chromatography-high resolution mass spectrometry (LC-HRMS). Diharapkan kedepannya beliau dapat mengembangkan riset terkait teknologiomics yaitu metabolomics di Universitas Jenderal Soedirman yang masih jarang dan sangat potensial untuk dikembangkan.

Wina yang merupakan ibukota Austria menjadi pilihan studi lanjut bagi Hendri karena di negara ini memiliki kota yang sangat indah dan banyak universitas yang memiliki reputasi internasional cukup baik dengan pengalaman riset dan publikasi yang cukup mumpuni. Bangunan-bangunan dengan arsitektur khas Eropa yang cukup megah serta kehidupan yang cukup harmonis menjadikan Austria merupakan kota yang paling nyaman untuk hidup. Mozart merupakan salah satu komposer musik klasik yang cukup terkenal dengan karya besarnya dibesarkan di negeri tersebut.

Adanya beberapa budaya serta kebiasaan yang sangat jauh berbeda dengan wilayah Asia khususnya Indonesia, menuntut Hendri untuk beradaptasi yang lebih ekstra dengan  lingkungan dan kebiasaan yang baru di Eropa. Beliau berharap agar selalu diberi kemudahan serta kelancaran dalam studinya serta dapat menuntaskan studi lanjutnya tepat waktu dan dapat segera kembali mengabdi di UNSOED kembali. Menjadi generasi Soedirman menurut beliau memang harus selalu semangat maju terus dan pantang menyerah.*(Alief E,hen)

sam

No comment

Leave a Response