Tari Gemu Famire Pecahkan Rekor MURI di Korem 071/Wijayakusuma

Matamatanews.com, PURWOKERTO—Bertempat di lapangan upcara Korem 071 / Wijayakusuma telah dilaksanakan pemecahan rekor MURI Tari Gemu Famire pada Selasa (4/9/2018) lalu yang dimulai dari pukul 07.00  sampai 07.40 WIB. Acara tersebut diselenggarakan dalam rangka memperingati hari ulang tahun (HUT) TNI ke 73 dan HUT Kodam IV Diponegoro yang ke 68.

Jumlah peserta pemecah rekor MURI ini sekitar 3.500 orang terdiri dari unsur TNI 1.950 peserta (Makorem 071/WK, Brigif-4/DR, BalakAju Kodam IV Diponegoro jajaran Korem 071/WK, Lanal Cilacap, dan Tegal, Lanud  Jenderal Soedirman, serta Satradar Pemalang), PNS 75 peserta dari jajaran Korem 071/WK dan BalakAju Kodam IV Diponegoro, POLRI 250 orang terdiri dari perwakilan 9 wilayah dan SPN (Sekolah Polisi Negara) Purwokerto, Persit Kartika Chandra Kirana Koorcab Rem 071/WK 750 orang, Dharma Pertiwi 50 orang terdiri dari Jalasenastri Cilacap Tegal maupun PIA Ardya Garini Lanud Jenderal Soedirman, dan Satradar Pemalang, PPM 50 orang, FKPPI 110 orang, Pramuka 75 orang, dan pelajar 350 orang.

Kegiatan tersebut dihadiri Kol Kav Dani Wardhana, SSos, MM ( Danrem 071/ Wijayakusuma ),  Kombes Pol Djuwito Purnomo, SIK ( Ka SPN Purwokerto),   para Dandim  jajaran Korem 071/WK,  para Danyonif jajaran Brigif 4/DR,  Drs. Budi Wibowo ( PJ Bupati Banyumas),  Kol Laut (P)  Teguh Imam Wibowo ( Danlanal Cilacap),   Letkol Pnb. Putu Sucahyadi, SAp, MSc, MMs ( Danlanud Jend Soedirman),  Letkol Laut (P) Agus Haryanto ( Danlanal Tegal),   Mayor Lek Edi Supartono, ST. MEng ( Dansat Radar 214 Tegal),  AKBP Bambang Yudhantara Salamun ( Kapolres Banyumas),  Kapolres Banjarnegara,  Para Kasi Korem 071/Wk, Dan/ Kabalak AJU Kodam IV Diponegoro jajaran Korem 071/Wk,  Ketua Persit KCK Koorcab Rem 071/Wk,  Ketua PIA Ardya Garini,  Ketua Jalasenastri dan Ketua Bhayangkari.

Dalam sambutannya Danrem 071/WK menyatakan bahwa jajarannya sangat bersyukur atas sukses penyelenggaraan tersebut yang digelar secara serentak di seluruh wilayah NKRI dengan aman dan lancar serta  berhasil memecahkan rekor MURI.Dalam kesempatan tersebut ia juga menjelaskan bahwa tarian Gemu Famire merupakan tari asal Nusa Tenggara Timur yang diciptakan oleh Franc Cornelis Dian Bunda atau lebih dikenal dengan panggilan Nyong Franco pada tahun 2011 lalu.

Awalnya tarian ini dipersembahkan untuk penyambutan tamu dan wisatawan asing.  Selain dari ajang pemecahan rekor MURI, menurut Danrem acara ini juga bertujuan untuk mempererat rasa kesatuan dan persatuan serta kebhineka Tunggal Ikaan bangsa Indonesia, serta pengapresiasikan terhadap pelestarian seni budaya luhur bangsa Indonesia. ( Jaka/hendro)

 

sam

No comment

Leave a Response