Tentara Israel Membunuh Pemuda Palestina, Netanyahu Mohon Dimaafkan

 

Matamatanews.com, ISRAEL – Elor Azaria, tentara Israel berpangkat Sersan dinyatakan bersalah oleh pengadilan karena membunuh pemuda Palestina yang sudah terluka dan tidak berdaya. Namun Perdana Menteri Israel, Benyamin Netanyahu memohon kepada presiden untuk mengampuni tentara Israel yang sudah jelas melakukan pelanggaran tersebut.

Dilansir Rusia Today, Kamis (05/01/2017) dalam keputusan pengadilan pada Rabu lalu, tiga hakim secara bulat memutuskan bahwa Azaria sudah melanggar aturan militer ketika menembak mati Abdul Fattah Sharif, yang sebelumnya menyerang tentara Israel di Kota Hebron, tepi Barat. Dalam rekaman video, pemuda Palestina itu sudah terluka dan berbaring tergeletak di tanah saat Azaria menembaknya tepat dibagian kepala hingga dia tewas.

Isi dari rekaman itu, bertentangan dengan pembelaan yang mengatakan Fattah Sharif dalam keadaan yang mengancam keselamatan tentara Israel tersebut. "Motifnya menembak adalah dia merasa teroris itu layak mati," ujar Ketua Hakim Maya Heller ketika membacakan putusan hukuman penjara 20 tahun bagi Azaria. Namun tim pengacara terdakwa mengatakan akan mengajukan banding atas putusan itu. "Tentara Israel adalah putra dan putri kita dan berada di atas segala kontroversi. Saya mendukung pemberian maaf bagi Azaria," ujar Netanyahu dalam laman Facebooknya.

"Ini adalah hari yang menyakitkan bagi kita semua, terutama bagi Elor dan keluarganya, bagi tentara Israel secara keseluruhan, bagi mayoritas warga, dan orangtua tentara, termasuk saya sendiri," kata Netanyahu. Sidang putusan pengadilan dua hari lalu itu menyedot perhatian seantero Israel. Ratusan pendukung Azaria berdemo di luar pengadilan. [Did/Berbagai Sumber]

sam

No comment

Leave a Response