Terkait Kasus Ransomware Microsoft Minta Tanggung Jawab Pemerintah AS

 

Matamatanews.com, AMERIKA SERIKAT – Serangan ransomware WannaCrypt atau WannaCry diprediksi telah menginfeksi 100 ribu komputer di 150 negara di dunia. Terkait hal ini, Microsoft kabarnya turut meminta tanggung jawab pemerintah Amerika Serikat (AS).

Raksasa teknologi ini mengatakan pemerintah AS khususnya Badan Keamanan Nasional (NSA) turut bertanggung jawab atas merebaknya kasus ransomware WannaCry. Pasalnya, ransomware dibuat berdasarkan alat atau tool ekspolitasi yang bernama “Eternal Blue” milik NSA yang diretas oleh kelompok Shadowbrokers pada 14 April pekan lalu.

Alat tersebut memudahkan penggunanya untuk mengambil alih kendali perangkat Windows lawas yang sistemnya sudah tidak diperbarui.

Sikap NSA yang menyembunyikan informasi mengenai Eternal Blue untuk kepentingan sendiri tanpa memberitahu Microsoft, hingga alat tersebut dicuri kelompok peretas menuai kecaman Chief Legal Officer Microsoft, Brad Smith yang menganggap tindakan NSA dan pemerintah AS telah menimbun senjata siber yang membahayakan banyak pihak.

Dalam pemberitaan yang dilansir IBTimes, Smith mengatakan pemerintah harusnya mempertimbangkan potensi dampak kerusakan terhadap warga sipil akibat menyembunyikan informasi Eternal Blue.

Seperti halnya NSA yang memilih bungkam terkait kasus ini, Microsoft juga tidak secara terbuka mengaku bertanggung jawab mengenai ha ini.

Namun, Microsoft secara cepat merespon kasus ini dengan mengeluarkan patch untuk pengguna agar tidak menjadi korban ransomware.

Mantan anggota NSA, Edward Snowden memuji sikap Microsoft yang tanggap dengan kondisi tersebut. Sementara, Snowden justru mengecam sikap NSA yang dianggapnya tidak berani mengungkapkan kebenaran.

Dalam akun Twitternya, Snowden menyatakan sampai akhir pekan ini, Microsoft menolak secara resmi mengkonfirmasi serangan ini, karena pemerintah AS menolak untuk mengkonfirmasi atau membantah bahwa ini merupakan upaya eksploitasi mereka.

Meski sejumlah pakar TI tengah memastikan mampu menekan jumlah korban akibat Serangan ransomware WannaCry di seluruh dunia. Namun, tidak menutup kemungkinan ada gelombang serangan kedua. Sejumlah pihak diminta untuk waspada dan melakukan berbagai upaya antisipatif terulangnya kejadian serupa. (Adith/Berbagai Sumber)

sam

No comment

Leave a Response