Tim Seleki Gandeng BIN Dalam Rekrutmen Anggota KPU

 

Matamatanews.com.JAKARTA—Rekrutmen calon anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) periode 2017 – 2022 diharapkan bebas dari kepentingan politik. Tim seleksi (timsel) menyaratkan anggota partai politik yang ingin mendaftar menjadi komisioner KPU harus dipastikan telah berhenti dari parpol selama lima tahun. Untuk memastikan hal itu, tim seleksi menggandeng beberapa lembaga untuk menelusuri rekam jejak pendaftar. Salah satunya yakni Badan Intelije Negara (BIN).

“ Untuk tahu track record calon, kita kerja sama dengan intelijen dibawah Komunitas Intelijen Daerah (Komunda) untuk mendalami track record para calon anggota KPU dan Bawaslu,” ujar Sekertaris Timsel Soedarmo di Kantor Kemendagri, Jakarta, kemarin. Langkah itu diperlukan agar calon terpilih memiliki integritas, kapabilitas dan jiwa kepemimpinan.

“ Terutama terkait dengan keanggotaan partai politik dan tindak pidana,” ujar Soedarmo yang juga Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri. Sementara Wakil Ketua timsel, Ramlan Surbakti mengatakan perihal rekam jejak bisa dipantau oleh media masa. Ia juga memastikan, timsel tidak akan segan untuk mencoret nama calon yang terbukti melanggar persyaratan. “ Nanti juga ada wawancara terakhir, tentu nanti diputuskan berdasarkan laporan rekam jejak yang kami terima,” tutur Ramlan.

Pendaftaran calon anggota KPU dan Bawaslu sudah dibuka sejak 25 september 2016 lalu. Betti Alisjahbana mengatakan proses seleksi dibagi dalam tiga tahapan. “ Kita secara garis besar membagi seleksi jadi tiga tahapan. Tahapan pertama, masa pendaftaran 25 september - 3 November 2016, tahap kedua pada 6 – 10 desember 2016, tahap ketiga 16 – 17 Januari 2017,” ungkap Betti. (Adith/berbagai sumber)

sam

No comment

Leave a Response