Tuntutan PBB Tidak Digubris Oleh Israel

 

Matamatanews.com, NEW YORK – Jumat (24/3/2017), ketika berbicara dengan 15 anggota Dewan Keamanan (DK) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, utusan khusus PBB untuk Timur Tengah, Nickolay Mladenov menyampaikan bahwa Israel telah mengabaikan tuntutan Dewan Keamanan (DK) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Mladenov menyampaikan laporan pertamanya ini menyangkut penerapan resolusi DK PBB, yang sudah disahkan pada 23 Desember 2016, dengan dukungan 14 suara dan beberapa yang menyatakan abstain. Saat itu, presiden terpilih AS, Donald trump dan Israel meminta Washington untuk menggunakan hak vetonya terhadap resolusi tersebut.

"Resolusi meminta Israel agar mengambil langkah-langkah 'untuk menghentikan semua kegiatan pemukiman di wilayah Palestina yang didudukinya, termasuk Jerusalem Timur.' Tak ada langkah seperti itu yang diambil selama masa pelaporan," demikian Mladenov kepada DK PBB.

Selama berpuluh-puluh tahun, Israel menjalankan kebijakan untuk pembangunan permukiman Yahudi di wilayah yang direbut oleh Israel pada perang tahun 1967. Sebagian besar negara, menganggap bahwa kebijakan tersebut merupakan tindakan ilegal dan menjadi hambatan perdamaian, namun Israel tidak setuju dengan anggapan tersebut.

Mladenov juga mengatakan bahwa, "Banyak kegiatan (pembangunan permukiman) yang dilakukan dalam tiga bulan terakhir ini akan lebih jauh memutus sambungan wilayah bagi masa depan (pembentukan )negara Palestina serta mempercepat pemecahan wilayah Tepi Barat," katanya.

Mladenov menambahkan bahwa, kegiatan-kegiatan pemukiman itu merupakan "salah satu hambatan utama bagi perdamaian."dan peningkatan tembakan-tembakan roket dari Gaza ke arah Israel merupakan "perkembangan yang mengkhawatirkan". ungkapnya.

Satu hari setelah Mesir mundur karena tekanan dari Israel dan AS, tepatnya 23 Desember 2016, Venezuela, Selandia Baru, Malaysia, dan Senegal mengusung resolusi pertama menyangkut Israel dan Palestina yang disahkan oleh DK PBB dalam delapan tahun belakangan ini. [Did/Kmp/Berbagai Sumber]

sam

No comment

Leave a Response