Ukraina Berlakukan Darurat Militer di 10 Wilayah Berbatasan Dengan Rusia

 

Matamatanews.com, KIEV—Akhirnya Presiden Ukraina Petro Porosshenko menandatangai aturan darurat militer di wilayah yang berbatasan dengan Rusia, di Laut Hitam dan Azov. Darurat militer ini seperti ungkapkan juru bicara Presiden Poroshenko akan diberlakukan selama 30 hari ke depan. Langkah tersebut diambil Ukraina setelah Minggu, 25 November 2018 lalu terjadi konfrontasi di wilayah perairan Crimea yang berujung ditahannya 3 kapal  dan 24 pelaut Ukraina oleh Angkatan Laut Russia.

Sebelum meneken aturan darurat militer, Presiden Poroshenko pada Selasa (27/11), mengatakan bahwa pihak intelijennya melaporkan telah terjadi peningkatan aktivitas militer Russia di perbatasan dimana jumlah tank Russia yang ditempatkan di perbatasan telah bertambah tiga kali lipat sejak 2014.

“Peningkatan kehadiran militer Russia di perbatasan berarti negara kami dalam situasi ancaman perang skala besar dengan Russia,” kata Presiden Poroshenko.Pernyataan Poroshenko itu dilontarkan setelah pada Senin (26/11) parlemen Ukraina menyetujui diberlakukannya darurat militer.

Ketegangan antara Ukraina dan Russia ini merupakan yang terburuk sejak aneksasi wilayah Ukraina di Crimea oleh Russia pada awal 2014 dan konflik antara tentara Ukraina dengan kelompok pemberontak dukungan Russia di wilayah Ukraina timur yang telah menewaskan 10 ribu warga.

Terkait ketegangan ini, pejabat militer Russia pada Rabu mengatakan bahwa Moskwa pada awal tahun nanti akan segera menambah satu lagi penempatan sistem misil pertahanan udara terbaru, S-400, di wilayah Semenanjung Crimea, yang sebelumnya telah dipasang 3 unit persenjataan ini.

Sementara itu Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, pada Selasa mengancam akan membatalkan pertemuan dengan Presiden Russia, Vladimir Putin, saat keduanya menghadiri KTT G20 di Buenos Aires pada akhir pekan ini.

“Mungkin saya tak akan melakukan pertemuan dan mungkin pertemuan itu tak perlu,” kata Presiden Trump saat di wawancarai Washington Post.Pada bagian lain, Presiden Putin, menyatakan pembelaan terhadap Angkatan Lautnya karena telah menjalankan tugas saat mereka menehan 3 kapal Ukraina di wilayah perairan Crimea pada pekan lalu.

“Mereka hanya menjalankan fungsinya untuk melindungi perbatasan Russia,” kata Presiden Putin.

Presiden Russia itu juga menyebut insiden pada Minggu lalu sengaja dirancang Ukraina sebagai sebuah provokasi apalagi Putin menyebut bahwa kapal-kapal Ukraina sama sekali tak menanggapi tembakan peringatan dari kapal AL Russia.

“Kapal militer telah memasuki perairan teritorial Russia dan tak menanggapi tembakan peringatan kami. Wilayah perairan teritorial itu akan tetap milik kami walau sebelum Crimea bergabung dengan Russia,” pungkas Putin.  (cam/KJ/AFP)

 

sam

No comment

Leave a Response