Umat Islam Jangan Gantungkan Harapan Ke Pemerintah

 

Matamatanews.com, JAKARTA—Masih mangkraknya sejumlah kasus sepanjang tahun 2018 yang tak jelas juntrungannya, seperti kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan, dan penangkapan sejumlah ulama yang tak diselesaikan secara  transparan , dan akuntabel, membuat umat Islam semakin gerah. Diantara kasus yang membuat umat Islam gerah dan risih adalah kasus terorisme, tudingan intoleran, anti NKRI, anti Pancasila serta dugaan kriminalisasi ulama.

Berbagai persoalan keumatan menjadi topik perbincangan antara Matamatanews.com  dengan Imbang Jaya, pengamat dunia Islam sekaligus Ketua  Lembaga Ekonomi Islam (LEI). Perbincangan dilakukan di kediamannya, di bilangan Sawangan Depok, Jawa Barat, Kamis , 27 Desember 2018, kemarin. Berikut petikannya:

Anda mengatakan penanganan kasus terorisme selalu tak jelas penyelesaiannya, maksudnya?

   Bicara terorisme  kita tak bisa lepas dari peristiwa 11 September  2001 dimana peristiwa tersebut merupakan rekayasa  internal Amerika Serikat dan Zionis Israel untuk memojokkan Islam. Pertanyaannnya kenapa mereka merekayasa  peristiwa tersebut hingga seantero dunia mengutuk, karena  mereka tidak suka melihat Islam maju pesat di Amerika Serikat dan Eropa. Dan perlu ketahui, wajah pemimpin Amerika saat itu kental sekali ketidaksukaannya terhadap Islam, lihat saja bagaimana Irak dan Afghanistan diserang. Padahal seperti kita ketahui yang dijadikan musuh Amerika adalah Usamah bin Ladin orang kepercayaan Amerika dan dibesarkan untuk menghadapi Komunis Soviet di Afghanistan. Bahkan sampai sekarang perang di Afghanistan belum selesai, karena Taliban muncul sebagai musuh baru menggantikan Soviet, alhasil perang sipil berkecamuk dan dua kepentingan negara besar bermain di dalamnya, yaitu Amerika dan Soviet.

   Dengan runtuhnya Komunisme, dalam pandangan Barat  terutama Amerika, mereka tidak memiliki musuh lagi, Nah ketika mereka  tidak memiliki musuh lagi, situasi ini tidak menguntungkan secara politik. Kenapa? Karena mereka punya bisnis senjata yang harus berputar, dengan adanya musuh maka bisnis senjata akan terus berjalan dan berproduksi serta menghasilkan pemasukan yang menguntungkan secara signifikan bagi mereka. Maka oleh sebab itu, diciptakanlah berbagai konflik di berbagai belahan dunia, termasuk di dalamnya memunculkan terorisme di dunia Islam.

Mampukah Indonesia menangani terorisme seperti yang diinginkan Umat Islam secara profesional, transparan, dan tanpa kekerasan yang berlebihan hingga tudingan adanya pelanggaran HAM berat bisa dihilangkan?

   Memang harus kita akui pemberantasan terorisme oleh aparat Indonesia ternyata masih belum memuaskan umat Islam, karena pemberantasan tersebut masih dicurigai dibiayai asing, dan Densus 88 dicurigai di biayai pihak luar. Dengan begitu tudingan miring pun tak bisa kita pungkiri dan dielakkan bahwa pemberantasan aksi terorisme diduga memiliki unsur pesanan dari luar, karena cara yang dilakukan selalu represif  hingga cenderung melanggar HAM. Karena sejauh ini tindakan yang dilakukan aparat dilapangan selalu menggunakan tindakan extra judicial killing (penembakan tanpa kekuatan hukum) dan cenderung dilakukan para aparat negara terutama dalam penanganan terorisme.Karena masih adanya tudingan miring itulah, maka umat Islam selalu melihat bahwa pemberantasan terorisme oleh aparat dianggap kurang persuasif, padahal bibit kekerasan bisa diminimalisir dan dideteksi sedini mungkin.

Anda percaya  adanya anggapan bahwa pemberantasan terorisme di Indonesia itu pesanan dan dorongan dari pihak luar?

   Bisa iya , bisa sebaliknya bergantung bagaimana kita melihat dan menyikapinya. Tapi bila kita merunut lintasan peristwa atau kejadian yang ada, kemungkinan anggapan pesanan itu bisa menjadi benar adanya.Seperti penembakan di tempat kepada orang  yang dituduh sebagai teroris, maupun penangkapan yang dilakukan tanpa melalui proses hukum akan menjadi preseden buruk bagi para penegak hukum itu sendiri,selain itu akan menciptakan rasa takut yang luar biasa terutama bagi umat Islam, hingga pada akhirnya umat Islam merasa diperlakukan tidak adil .

Menurut Anda , bila tudingan adanya tekanan asing dalam pemberatasan terorisme itu benar, pemerintah Indonesia sebenarnya sadar atau tidak ya?

   Saya tidak bisa mengatakan sadar atau tidak dalam persoalan ini, tapi bila  sadar pun rasanya sulit untuk menghadapi tekanan tersebut. Karena sejauh ini umat Islam sendiri menurut saya tidak bersatu menghadapi persoalan kasus ini, misalnya MUI, Partai Islam,LSM Islam, Omas Islam, dan lembaga Islam lainnya masih bergerak sendiri-sendiri. Selain itu, LSM sekular dan liberal justru gencar bersuara membela Barat, tapi terhadap kasus yang terkait dengan persoalan umat Islam mereka diam ,seakan bersepakat untuk bungkam.Mereka bungkam terhadap penangkapan maupun penembakan yang dilakukan oknum aparat terhadap orang yang dituduh maupun baru dicurigai sebagai teroris, sementara penembakan di Trisakti mereka gencar bahkan teriak akan membawa kasus tersebut ke tingkat internasional sebagai pelanggaran HAM berat. Publik itu, terutama umat Islam tidak lupa dengan perlakuan maupun tindakan yang mereka anggap kurang berkeadilan. Dan saya yakin umat Islam di Indonesia bisa dirangkul dan diajak bicara untuk mengurangi dan memerangi terorisme asalkan dilakukan dengan cara-cara cerdas dan transparan,bukan sebaliknya.

Menurut Anda, tepatkah bila para korban penangkapan maupun penembakan yang dituduh sebagai teroris oleh aparat  menggantungkan penyelesaiannya pada pemerintah?

   Menurut saya janganlah  menggantungkan harapan dan penyelesaian tersebut kepada pemerintah sepenuhnya tetapi kepada Allah, karena kasus-kasus yang adapun belum bisa dituntaskan secara utuh. Dan umat Islam tidak bisa menggantungkan nasibnya kepada pemerintah, umat Islam harus menentukan nasibnya sendiri, apalagi kita tahu kondisi pemerintah seperti apa saat ini. Saat ini masih ada sekelompok orang atau kelompok yang tidak menyukai umat  Islam itu besar dan berpengaruh di negerinya sendiri sehingga mencoba memojokkan dan mendiskreditkan umat Islam dengan berbagai tuduhan, seperti anti NKRI,intoleran,anti Pancasila, dan mau mengubah UUD 1945. Dengan berbagai cara mereka ingin memarginalkan umat Islam hingga ketitik nadir.*

 

  

 

sam

No comment

Leave a Response