Unsoed Peduli Tsunami

 

Matamatanews.com, PURWOKERTOKoordinator Sistem Informasi Unsoed  Alief Einstein menerangkan bahwa di pengunjung tahun 2018 lalu, seperti diberitakan di berbagai media, gelombang tsunami Selat Sunda akibat erupsi Gunung Anak Krakatau yang datang tiba-tiba meluluhlantakkan dan menerjang kawasan pantai di barat Banten dan di selatan Lampung, sekitar pukul 21.20 ,Sabtu (22/12/2018). Bencana tersebut mengakibatkan ribuan korban terluka, dan merusak infrastruktur di pesisir pantai tersebut.

Bencana tsunami yang melanda Banten dan Lampung menuai simpati dan solidaritas dari berbagai pihak dan sebagai wujud kepedulian sosial terhadap korban bencana tsunami yang melanda Selat Sunda beberapa waktu lalu, Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto Jawa Tengah mencanangkan Unsoed Peduli Tsunami Selat Sunda.

"Segera setelah bencana, Unsoed telah melakukan aksi cepat dengan mengirimkan bantuan bagi korban Bencana Tsunami Selat Sunda," ujar Dr. Endang Hilmi, MSikoordinator PUSAT MITIGASI BENCANA LPPM UNSOED.Menurut Endang Hilmi, kegiatan UNSOED Peduli Penanggulangan dan Pengurangan resiko bencana tsunami Selat Sunda dilakukan di Desa Teluk, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang dan daerah wisata carita. Kegiatan tersebut dilakukan selama masa tanggap darurat yang ditetapkan oleh BNPB mulai tanggal 23 Desember 2018 sampai sementara 9 Januari 2019 dengan memperhatikan status gunung api anak krakatau.

Kemudian Endang Hilmi mengungkapkan, kegiatan yang dilakukan PUSAT MITIGASI BENCANA LPPM UNSOED, di antaranya: 1.    Pemberian bantuan kebutuhan makanan bagi pengungsi dan warga terdampak, kebutuhan selimut, kebutuhan dapur umum seperti kompor gas, trauma healing, dan pendataan kerusakan infrastruktur yang terdampak dan kapal rusak serta korban hilang dan meninggal.  Pada saat ini kami membantu membuat 5 dapur umum di Desa Teluk, Labuan. 2 .Untuk korban hilang dan meninggal tim hanya memberikan informasi kepada posko BNPB seperti ketika mayat nelayan yang hilang. 3.    Untuk kapal nelayan yang hilang dan rusak kita berkoordinasi dengan BP3 perikanan labuan. Selama di labuan dan carita kami terbantu oleh BP3 labuan. 4.    Kegiatan PRB tsunami selat sunda dibuat dalam 4 tahapan :

a. Tahapan koordinasi dan pengumpulan dana dan bantuan serta koordinasi dengan pihak terkait,

b.Tahapan ketanggapdaruratan melalui pemberian bantuan, dapur umum, trauma healing pengungsi,

c.Tahapan pasca bencana melalui rencana KKN Mitigasi Bencana

d.Tahapan rencana relokasi penduduk sebagai narasumber bagi kegiatan tersebut.

5. Saat ini kami bekerjasama dengan ACT berencana membuat talkshow tentang penataan kawasan pesisir yang bebas bencana. 6.    Kami tidak menerjunkan relawan karena keterbatasan civitas akademika yang memiliki sertifikasi relawan.

Sumber dana menurut Endang adalah dari bantuan dari Pusat dan Pusbang LPPM Unsoed, Keluarga Alumni Unsoed (KAUNSOED), civitas akademika Unsoed, dan donator-donatur yang dikoordinir di bawah LPPM Unsoed. "Khusus bantuan dariKAUNSOED yang dipimpin oleh Pak Haiban Hadjid yang membantu kebutuhan pengungsi dan warga terdampak, " ujar Endang.(hen/berbagai sumber)

 

 

sam

No comment

Leave a Response