Unsoed Sukses Gelar Diskusi Diplomatic Outreach

 

Matamatanews.com, PURWOKERTO—Sedikitnya  150 peserta, terdiri dari mahasiswa , instantsi pemerintah, perwakilan Ormas, dan Lembaga  Swadaya Masyarakat (LSM) serta  media lokal maupun nasional ikut dalam diskusi publik yang dilangsungkan di  ruang rapat rektorat gedung rektorat Universitas  Jenderal Soedirman, Selasa (3/7/2018) lalu. Diskusi tersebut diadakan oleh Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Republik Indonesia bekerjasama dengan Soedirman Center of Global Studies Universitas Jenderal Soedirman, dengan tema Diplomatic outreach on Indonesia’s and Humanitarian Diplomacy in the Asia Pasific  And African Region (Palestinian Case).

Direktur Timur Tengah Direktorat Jenderal Asia Pasifik dan Afrika Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, Drs. Sunarko, MA mengatakan bahwa, latar belakang dari keterlibatan Indonesia dalam dukungannya terhadap negara Palestina, diantaranya, amanat konstitusi UUD 1945, hubungan historis Indonesia – Palestina, dan pengakuan di awal kemerdekaan sejak Konfrensi Asia  Afrika  (KAA) 1955.

“Palestina menjadi satu-satunya negara anggota KAA yang belum bebas dari penjajahan, karena Palestina maka OKI berdiri,” ujar Sunarko, dalam keteranganya dihadapan para nasumber, seperti Taher Ibrahim Hamad Wakil Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Rossy Venora  dari Direktorat jenderal Asia Pasifik dan Afrika Kemenlu RI dan Agus Haryanto , dosen hubungan internasional Universitas Jenderal Soedirman. Sunarko menegaskan, strategi dukungan Indonesia terhadap Palestina meliputi beberapa poin, diantaranya, dukungan terbentuknya negara Palestina sebagai negara merdeka.

“Dukungan dalam bentuk capacity biulding agar pemerintah Palestina dapat menjalankan fungsinya sebagai negara yang merdeka. Dukungan status Palestina sebagai negara mendapatkan pengakuan penuh dari dunia dan masyarakat internasional, serta  menggalang dukungan internasional untuk menekan Israel guna mengakhiri kolonisasi Palestina, antara lain dengan tidak membuka hubungan diplomatik dengan Israel,” papar  Sunarko.

Ditambahkan Sunarko, bantuan kemanusian untuk Palestina yang digulirkan saat ini meliputi bantuan  1 juta dolar Amerika Serikat untuk kemanusian di Gaza dalam bentuk obat-obatan pada tahun 2008 lalu, pembangunan Indonesian Cardiac Facility senilai Rp 20 miliar untuk Rumah sakit Al-Shifa di Gaza pada tahun 2012, dan bantuan 1 juta dolar  Amerika Serikat setelah agresi Israel di Gaza pada tahun 2014 serta persiapan Indonesia dalam pengadaan desalinasi air dan obat-obatan.

Diskusi publik ini diharapkan mampu  menciptakan kerjasama diplomatik yang lebih menyeluruh dengan Palestina terutama yang  terkait dengan bidang kemanusiaan dan kemerdekaan yang selama ini diperjuangkan mereka.

“Diskusi publik ini diharapkan mampu memberikan efek yang lebih luas,terutama bidang kemanusiaan dan kemerdekaan yang  diperjuangkan rakyat Palestina dari penjajahan Israel. Dan Indonesia sejauh ini selalu mendukung  upaya kemerdekaan Palestina , baik di tingkat regional Asia maupun komunitas internasional sehingga apapun bentuk dari perjuangan dan penderitaan rakyat Palestina, rakyat Indonesia selalu peduli,” ucap praktisi hukum dan pegiat masalah internasional, Waskita Adiatma,SH,MH kepada Matamatanews.com, Rabu (4/7/2018), kemarin. (Hendro/cam)

 

 

 

sam

No comment

Leave a Response