Wajah Desaku di Tahun Politik

 

Matamatanews.com,  PURWOKERTOTahun 2019 boleh dikatakan sebagai tahun politik. Pesta demokrasi akan digelar di pertengahan April nanti tidak hanya pemilu legislatif tetapi pilpres, pilkada bahkan pilkades berlangsung serempak di sebagian daerah di tanah air. Hiruk pikuk kontestan dan simpatisan mencari dukungan ke pelosok desa tak terbendung lagi. Atribut partai seperti baliho, stiker, kaos laris manis bak kacang goreng.

Seperti yang kita lihat di setiap sudut jalan disitulah menjadi tempat strategis para kontestan memasang Baliho dan Sepanduk, entah itu Capres ataupun Caleg. Bukan hanya foto saja yang dipamerkan tetapi juga visi dan misi juga ditonjolkan seolah menjadi hiasan di sudut sudut Desa.Mengindahkan kerapian bisa menjadi penilaian tersendiri bagi orang awam.

Memang tidak ada yg sepesifik dalam Undang-Undang no 23 tahun 2018 tentang kampanye pemilu yang isinya menjelaskan tentang pelanggaran pemasangan alat peraga kampanye (APK) yakni tentang kerapian. Namun setidaknya kita bisa menilai dari sikap dan perilaku dari kerapian tersebut.

Apabila kita mengacu pada Undang-Undang no 23 tahun 2018 yang mengatur tentang pemasangan alat peraga kampanye, intinya menekankan pada aspek keindahan. Alangkah baiknya jika spanduk/baliho yang rusak untuk segera diperbaharui mengingat cuaca yang kurang menguntungkan akhir akhir ini bisa mengacaukan keberadaan atribut tersebut.

Semoga semangat membangun dan mengabdi pada Bangsa dan Negara ini bisa terwujud sesuai janji, visi dan misi mereka.  Alangkah indahnya jika sebelum bekerja diakhir masa pemilu  rapikan dulu segala atribut yang telah terpasang di hampir semua daerah untuk kembali kepada keindahan dan kenyamanan. Jangan sampai  alat peraga Kampanye (APK) menjadi sampah yang ditinggal pemiliknya ternyata menjadi beban orang lain.*(urip)

sam

No comment

Leave a Response