Yordania Tolak Pengungsi Asal Suriah

 

Matamatanews.com,AMMAN—Sejak bulan Juni lalu Pemerintah Yordania menutup perbatasan Rukban, setelah insiden bom bunuh diri ISIS yang menewaskan tujuh tentara di kamp pengungsian warga Suriah. Akibatnya, hingga kini ada puluhan ribu pengungsi asal Suriah yang terlantar di kamp pengungsian Al-Rukban, wilayah gurun sepanjang perbatasan timur laut Yordania dengan Suriah.

Raja Yordania Abdullah II menolak membuka pintu perbatasan Rukban karena khawatir para ekstrimis akan masuk bersama dengan pengungsi. Namun Raja Abdullah II mengatakan “Walau dengan semua kesulitan Yordania akan membantu para pengungsi, dengan catatan tidak mempertaruhkan keselamatan warga Yordania”.

Sejak penutupan Rukban, pemberian bantuan untuk para pengungsi dilakukan dengan menggunakan crane karena para pekerja kemanusian tidak dapat masuk kesana. Kebersihan dan sanitasi yang buruk, serta kekurangan air bersih menimbulkan berbagai penyakit di kamp pengungsian tersebut, terutama penyakit Hepatitis.

Menurut laporan Amnesti Internasional, para pengungsi kehabisan makanan dan terjangkit berbagai jenis penyakit. Dalam beberapa kasus, pengungsi menderita bahkan meninggal karena penyakit yang sebetulnya bisa dicegah. Namun karena para petugas memblokir akses masuk sehingga bantuan berupa makanan, obat-obatan dan tenaga medis tidak dapat disalurkan ke tempat pengungsian.

Saat ini Yordania telah menampung lebih dari 1 juta pengungsi Suriah, akibat konflik  yang telah menewaskan 400 ribu orang dalam lima tahun terakhir. Sehingga Yordania membatasi para pengungsi yang ingin masuk dengan alasan keamanan. Yordania merupakan negara yang berperan aktif melawan ISIS dengan melakukan penyerangan di Suriah dan Irak. (atep/berbagai sumber).

sam

No comment

Leave a Response